Apel Gladi Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026

Pemerintah Kabupaten Mojokerto memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui Apel Gladi Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan peluncuran branding kebencanaan 'Mojokerto Tangguh Rek' serta aplikasi Mojo Mandala. Kegiatan tersebut digelar di Taman Brantas Indah (TBI), kawasan Sungai Brantas, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis.
Apel diikuti sebanyak 295 personel gabungan yang terdiri atas unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Satpol PP, PMI, Perum Perhutani, relawan kebencanaan, dunia usaha, serta berbagai instansi terkait. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi wujud kolaborasi pentahelix dalam memperkuat kapasitas penanggulangan bencana di Kabupaten Mojokerto.
Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, menegaskan, apel kesiapsiagaan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan kesiapan personel, peralatan, dan sistem koordinasi menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan yang diperkirakan meningkat selama musim kemarau tahun ini tetapi Apel kesiapsiagaan ini juga merupakan wujud komitmen, keseriusan, dan tanggung jawab kita bersama dalam memastikan seluruh sumber daya yang dimiliki berada dalam kondisi siap menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan," tegasnya.
Usai memimpin apel, Gus Barra bersama jajaran Forkopimda dan para tamu undangan menyaksikan simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan yang diperagakan oleh personel gabungan. Simulasi kemudian dilanjutkan dengan pertolongan kecelakaan air (laka air) di aliran Sungai Brantas sebagai bentuk uji kesiapan personel, peralatan, sistem komando, dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai potensi bencana.



